Langsung ke konten utama

hidup berkualitas tanpa obesitas


HIDUP BERKUALITAS TANPA OBESITAS
Obesitas merupakan suatu kedaan patologis dimana terjadi timbunan lemak yang berlebihan dari apa yang diperlukan fungsi tubuh. Dari segi kesehatan obesitas merupakan salah satu penyakit salah gizi, dikarenakan konsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhannya sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari pada kalori yang dibakar. Perbandingan normal antara lemak tubuh dengan berat badan sekitar 12-35% untuk wanita dan 18-32% untuk pria. Obesitas juga merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit degeneratif antara lain diabetes mellitus, jantung coroner, hipertensi dan kanker.
Para ahli telah menetapkan angka indeks masa tubuh (BMI) yang kemudian dapat digunakan untuk mengukur apakah seseorang memiliki obesitas atau tidak, dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Berikut merupakan klasifikasi berat badan berdasarkan BMI penduduk Asia :
Kategori
IMT
Berat badan kurang
<18,5
Dalam batas normal
18,5 – 22,9
Berat badan mulai lebih tinggi
≥ 23
Beresiko
23 – 24,9
Obesitas I
25 – 29,9
Obesitsas II
≥ 30

Pada dasaranya banyak sekali faktor yang menyebabkan obesitas, salah satunya yaitu gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang tidak teratur, makanan mengandung tinggi kalori, garam, rendah serat, kurang olahraga. Selain itu, faktor lainnya adalah faktor demografi,sosiokultur, biologi, perilaku, dan faktor genetik. Akan tetapi yang paling berpengaruh terhadap timbulnya penyakit obesitas adalah gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tidak hanya berpengaruh terhadap timbulnya penyakit obesitas tapi juga terhadap berbagai penyakit lainnya, sehingga dapatkan dikatakan bahwa gaya hidup merupakan kunci dari hadirnya suatu penyakit bagi seseorang.
Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat obesitas salah satunya kualitas hidup menurun, produktivitas kerja menurun, kehilangan rasa percaya diri, diejek, sering merasa sakit hati, dan yang paling penting dapat memicu berbagai penyakit kronis lain seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas, antara lain:
  1. Niatkan dalam hati untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat
  2. Atur pola makan, diet, kurangi porsi makan, kurangi konsumsi makanan cepat saji dan            banyak mengandung lemak, jangan banyak mengemil, Perbanyak makan sayur dan buah.
  3. Perbanyak olahraga seperti aerobic, berenang, bersepeda santai, senam, jogging, dll. (Intinya perbanyak) dan berhenti merokok.
  4.  Lakukan hal tersebut rutin bahkan jadikan sebagai gaya hidupmu.
Setelah melakukan cara-cara tersebut dan menjadikannya sebagai kebiasaan, tidak hanya obsitas yang akan hilang, tapi kesempatan bagi penyakit lain datang juga berkurang. Berikut contoh konsums makanan yang sehat :
Makanan
Keterangan
Makanan manis
Gula murni (batasi hingga 75 kalori perhari)
lemak
Minyak zaitun, kacang-kacangan, minyak kanola, avocado (3-5 porsi perhari, 1 sendok the minyak/2 sendok makan kacang
Protein dan produk susu
Polomg-polongan, telur, daging tak berlemak, keju (7-3 porsi perhari, satu  porsi = 85 gram daging atau ikan matang)
karbohidrat
Biji-bijian, pasta, roti, nasi, sereal (4-8 porsi perhari)
Buah dan sayur
Sangat beragam (porsi harian tidak terbatas, minimum 3 porsi)

Banyak bukti yang menunjukan bahwa dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat merubah berat badan gemuk akibat obesitas menjadi bentuk tubuh yang ideal atau meskipun tidak ideal, tubuh akan menjadi lebih ringan dibandingkan dengan bentuk tubuhmu saat obesitas. Untuk itu mari beralih ke gaya hidup lebih sehat dan buat hidup lebih berkualitas tanpa obesitas.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, A. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Komentar